Selasa, 21 Mei 2019

Analisis Film MARS (Mimpi Ananda Rauh Semesta)



MARS : MIMPI ANANDA RAIH SEMESTA

Sutrada            :           Sahrul Gibran
Produser          :           Andy Shafik
                                    Sahrul Gibran
Penulis             :           John De Rantau
                                    Aisworo Ang
Pemeran          :           Teuku Rifnu Wikana
                                    Choldi Asadil Alam
                                    Chelsea Riansy
Musik              :           Theorsi Argeswara
                                    Multi Buana Kreasindo
Perusahaan      :           Leica Production
Produksi          :           Harry Global Production
Silent D Picture
Tanggal rilis     :           4 Mei 2016
Durasi              :           105 Menit
Negara             :           Indonesia  
Bahasa             :           Indonesia

Berdasarkan Film yang saya tonton di Youtube https://youtu.be/R-MaQzFrwb0 Mars (Mimpi Ananda Raih Semesta) adalah sebuah film yang mengisahkan perjuangan seorang ibu yang bekerja sebagai pencuci baju tetangga (laundry) dalam menyekolahkan anaknya agar menjadi seorang sarjana yang berkualitas dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Anaknya yang bernama “Nur” yang telah berada disemester akhir kuliahnya yaitu sedang menyusun skripsi. Keluarga Nur tidak lengkap lagi karena ibu dan bapaknya telah bercerai jadi, ibunya sendiri yang berjuang dalam pendidikan Nur.
Permasalahan berawal dari Nur yang ingin bekerja dan  tidak ingin kuliah lagi namun, ibunya tidak ingin ia bekerja ditambah lagi uang semester yang naik membuat Nur tidak dapat melanjutkan kuliahnya. Nur cuti kuliah tanpa pengetahuan ibunya, hari pertama ia cuti Nur pergi ke warnet tempat temannya berkerja ia ingin kerja disana namun hal itu tidak bisa karena penghasilan temannya saja kurang apa lagi harus membayar atau berbagi lagi dengan Nur. Suatu hari saat Nur sedang mencari lowongan kerja di warnet tersebut ada seorang preman yang mengambil uang diwarnet. Nur mengejar dan menangkap preman itu pada akhirnya Nur terkena pukulan dari preman tersebut karena hal tersebut ibunya sangat marah padanya. Ibunya yang kerja keras untuk biaya kuliahnya malah ia sia-siakan itu dalam fikiran ibunya, Ibu Nur sangat kecewa.
Disisi lain Nur bertemu dengan serang pemuda yang bernama Dian, di tempat makan ia kenalan dan Dian menawarkan pekerjaan. Karena Nur lagi emosi Nur tidak begitu mendengarkan apa yang Dian katakan. Namun, suatu siang ia membutuhkan seseorang yang mengajarkannya membuat surat lamaran kerja dan akhirnya Nur meminta bantuan dari Dian disinilah Dian dan Nur berteman dan Nur mau mendengar bisnis yang akan disampaikan oleh Dian, Nur pun ikut dalam bisnis tersebut. Banyak halang lintang yang Nur hadapi dalam menjalankan bisnis ini saat Nur merasa lelah dan tidak sanggup dalam menjalani bisnis Dian selalu memberikan motivasi agar Nur tetap semangat.
Kemudian saat Nur bekerja ibunya sakit dan pingsan ternyata ibunya mengidap tumor dibagian kepalanya disinilah Nur merasa tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan sehingga Nur pergi menemui retenir dan meminjam uang padanya. Karena hutang itu Nur harus lebih giat lagi dalam mencari uang untuk ibunya selain bisnis dengan Dian, Nur bekerja di sebuah club malam sebagai pelayan. Stelah berhasil dengan bisnisnya yang telah diajarkan dian Nur berhenti dari kerja sebagai pelayan tersebut dan Nur mengontrak rumah baru yang lebih bagus dan baik. Ibunya sangat senang. Saat ini Nur terlihat sukses namun temannya malah mempromosikan bisnis lain sehingga orang yang akan menjadi pengikut bisnis Nur pergi dan tidak lagi ikut bisnis Nur, Nur sangat marah Nur merasa telah dirugikan. Namun lagi dan lagi Dian membuat Nur semangat dalam menjalani bisnis untuk keberlangsungan hidup.

Difilm ini banyak pelajaran yang dapat diambil yaitu :
1.      Orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, sebagai anak yang berbakti pada orangtua sudah seharusnya mejalani tugas yaitu belajar mencapai cita-cita dan membanggakan kedua orangtua.
2.      Memang menjadi sarjana adalah suatu hal yang banyak diimpikan oleh orang banyak namun, tidak hanya sarjana yang dapat sukses menjadi selain sarjana juga dapat sukses jika tekun dalam menjalaninya.
3.      Kekerasan pada anak akan membuat anak terdidik menjadi keras pula, ada baiknya jika anak melakukan kesalahan jangan langsung memarahi atau memukuli bisa saja itu akan membuat mental anak menjadi kurang baik
4.      Dalam menghadapi permasalahan hidup tidak harus mengeluh tetap menjalankan yang terbaik semangat dan jangan menyerah